Tips Mengatasi Heartburn Saat Hamil

Tips Mengatasi Heartburn Saat Hamil, apa itu heartburn, mencegah heartburn

Tips Mengatasi Heartburn Saat Hamil – Mungkin bagi anda yang belum pernah hamil, akan sangat asing dengan kata “heartburn” ini. Setidaknya  mulai sekarang anda harus tahu apa itu heartburn, agar saat hamil nanti dapat mencegah dari gangguan kesehatan tersebut. Heartburn merupakan keadaan ibu hamil merasakan terbakar pada bagian dada atau ulu hati, bukan termasuk penyakit jantung yang kerap  kali dikeluhakn oleh mereka. Nah Dunia Tips akan menguraikan lebih lengkap seputar Heartburn ini.

Meskipun heartburn sering dialami oleh wanita hamil, terutama pada saat trimester ketiga masa kehamilan. Namun kondisi tersebut sangat menyakitkan lantaran rasa panas  di dada terasa seperti ditusuk benda tajam. Salah satu penyebabnya adalah naiknya asam lambung ke arah kerongkongan akibat membesarnya rahim, sehingga dapat terjadi iritasi di dinding kerongkongan. Adapun tips mengatasi heartburn pada saat hamil adalah.

Tips Mengatasi Heartburn Saat Hamil, apa itu heartburn, mencegah heartburn
Tips Mengatasi Heartburn Saat Hamil

Tips Mengatasi Heartburn Saat Hamil

1.Mengatur Pola Makan  

Dengan menjaga pola makan yang baik makaakan bermanfaat dalam kesehatan tubuh.  Adapun persoalan akan tips mengatasi heartburn pada saat hamil yakni dengan mengonsumsi makana dalam jumlah kecil namun dengan intensitas sering. Hal tersebut bertujuan unruk mencegah perut kosong lebih lama. Dengan demikian, asam lambung dapat dinetralisasi. Setidaknya  lebih baik makan 6 kali dalam sehari dengan porsi kecil ketimbang makan 3 kali sehari dalam porsi besar. 

  1. Makan Setips Perlahan

Ada baiknya untuk makan setips perlanan, dan sangat dihindari makan dengan terburu-buru. Kemudian anda harus mengunyahnya dengan benar. Pasalnya pola makan yang terburu-buru hanya akan menjadikan kerja lambung dalam mencerna makanan terasa lebih berat. Akibatnya, seorang ibu hamil akan  merasakan begah. Meskipun mitos menunjukan jika kebiasaan makan seseorang kerap kali dikaitkan dengan kualitas kerjanya. Akan tetapi persoalan tersebut keliru, dimana kualitas kerja akan bisa dinilai saat ia melakukan pekerjaan itu denagn cepat dan tepat

  1. Menghindari Makanan Pemicu Heartburn

Menghindari makanan yang menjadi penyebab dari Heartburn, tentu saja hal tersebut solusi yang tepat. Dimana anda dapat mengetahui apa yang menjadi risiko hearburn, pastikan anda akan meminimalisir. Misalnya anda menghindari makanan pemicu seperti makanan berbumbu dengan aroma menyengat, makanan pedas, makanan berlemak hingg makanan yang bersifat asam. Di samping itu, andaperlu juga menghindai minuman yang kaya akan kafein atau minuman bersoda.

  1. Menghindari Tidur Setelah Makan

Apakah anda memiliki kebiasaan saat makan langsung tertidur? Setidaknya anda mengubah kebiasaan tersebut dimana keadaan kenyang lah yang menjadikan anda merasa nyaman untuk segera berbaring. Apabilahal ini terjadi pada ibu hamil yang mana kondisi berbaring akan membuat asam lambung  itu akan naik setips cepat menuju kerongkongan. Karena itulah, untuk memberikan jeda beberapa saat setelah makan. Sebaiknya duduk minimal 2 hingga 3 jam sesaat setelah menyantap makanan. Untk mengisi waktu luang sesuadh makan, anda bisa untuk berjalan-jalan kecil namun  ingat tidak diizinkan untuk langsung berbaring setelah makan.

  1. Menghindari Penggunaan Kostum yang Terlalu Ketat

Perlu diketahui jika menggunakan kostum yang terlalu ketat akan sangat menyiksa anda, apalagi bila keadaan heartburn melanda. Di samping itu, pakaian yang terlalu ketat akan memberikan tekanan yang cuku besar pada perut seorang ibu hamil. Dengan demikian,  ibu hamil akan segera merasakan sakit yang dikhawatirkan dapat mengganggu janin yang dikandungnya. Alangkah baiknya penggunaan pakaian yang longgar dan nyaman terutama, terlebih di sekitaran bagian perut atau pun pinggang.

Semoga dengan  adanya artikel tentang  tips mengatasi  heartburn  saat hamil dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya para ibu hamil agar tidak perlu lagi melakukan tindakan dengan pengobatan lain yang berbahaya.

Tinggalkan Balasan