Macam-Macam Gangguan Pernapasan dan Cara Mengatasinya

Gangguan pernafasan memiliki beberapa tingkat ada yang ringan seperti flu, ada yang sedang, ada juga yang kronis, misalnya asma. Sebenarnya, setiap kondisi yang mempengaruhi jalannya udara dari dan menuju paru-paru perlu dianggap serius.

Empat gangguan pernapasan berikut adalah yang paling umum terjadi:

  1. Bronkitis

Peradangan pada tabung yang membawa udara dari dan menuju paru-paru, yang ditandai dengan batuk tanpa henti dan dahak kental.

  1. Emfisema

Juga dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronis, yang menyebabkan penderitanya sesak napas dan biasanya merupakan akibat dari kebiasan merokok

  1. Pneumonia

Disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, parasit, atau zat beracun, yang menyebabkan batuk, demam, menggigil, dan nyeri pada dada.

  1. Sinusitis

Peradangan pada selaput yang melapisi rongga sinus, sehingga menyebabkan rasa tersumbat dan sakit kepala yang sangat mengganggu.

Kaitan Dengan Nutrisi

Nutrisi dan pola makan yang seimbang dapat mencegah ataupun mengurangi tingkat keparahan bronkitis, pneumonia, dan infeksi paru-paru lainnya. Berikut panduang yang dapat Anda ikuti:

Minum banyak air. Asupan cairan yang cukup, terutama cairan yang menghangatkan seperti kaldu ayam atau teh, dapat membantu untuk mengencerkan lendir dan mempermudah pernapasan. The panas mengandung teofilin, sebuah senyawa yang diyakini dapat melancarkan pernapasan dengan merelaksasi otot-otot halus di dinding saluran udara.

Penuhi pola makan dengan makanan antioksidan. Vitamin A dan C, beta karoten, dan antioksidan lainnya dapat membantu melindungi jaringan paru-paru dari kerusakan seluler yang disebabkan oleh radikal bebas. Tomat, sayuran berdaun hijau, dan blewah merupakan sumber yang baik dari vitamin-vitamin tersebut.

Seimbangkan kada zinc. Zinc, yang ditemukan di daging tanpa lemak, tiram, yogurt, dan produk gandum utuh, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas, terutama melindungi bagian atas sistem pernapasan dari infeksi. Tapi, dengan mengonsumsi lebih dari 40 mg per hari dapat menekan sistem imun Anda, sehingga Anda akan lebih mudah terkena infeksi.

Lebih baik dengan rempah-rempah. Anda dapat menggunakan beberapa rempah-rempah dan herbal dalam memasak, karena bahan-bahan tersebut adalah dekongestan alami.

Batasi susu. Satu penelitian, yang dilakukan terhadap pasien sinusitis kronis, menemukan bahwa setelah susu disingkirkan dari pola makan pasien tersebut, proses penyembuhan lebih signifikan.

Kurangi makanan yang digoreng dan yang berlemak. Lemak, yang terdapat pada makanan yang digoreng akan bertahan lebih lama dalam perut karena mereka membutuhkan waktu lebih untuk dicerna dan dapat berkerumun di paru-paru lebih lama dari jenis makanan lain, membuat penderita emfisema merasa tidak nyaman.

Hati-hati dengan gas. Makanan apapun yang bisa menyebabkan gas dan kembung perlu dibatasi karena dapat membuat sulit bernafas. Beberapa makanan yang bisa menyebabkan gas antara lain, kacang polong, kubis, brussel sprouts, brokoli, dan bawang.

Makan dengan porsi kecil, tapi sering. Penderita emphysema umumnya akan merasa lebih baik jika mereka makan dengan porsi kecil. Makan dengan porsi besar dalam satu waktu dapat meningkatkan volume dalam perut sehingga menganggu fungsi paru-paru.

Hindari Alkohol. Alkohol menurunkan imunitas dan perlu dihindari saat Anda sedang terkena infeksi. Adalah ide bagus untuk menjauhkan diri dari semua minuman beralkohol.

Selain Pola Makan

Berikut tips yang dapat Anda coba yang bisa membantu meringankan gejala gangguan pernapasan:

Berhenti merokok. Kebiasan merokok merupakan penyebab utama hampir setiap gangguan pernapasan kronis.

Cobalah aromaterapi. Caranya adalah dengan menghirup uap dari semangkuk air panas yang mengandung beberapa tetes minyak esensial yang terkonsentrasi. Kombinasi minyak kayu putih, thyme, pinus, dan lavender sering direkomendasikan untuk meringankan bronkitis. Minyak kayu putih sangat baik untuk menghilangkan rasa tersumbat dan dapat membantu penderita emfisema.

Sumber: deherba.com

Tinggalkan Balasan